980x250

Tabung LPG 3 Kg Langka Hingga di Jual 40 Ribu, Disperindag : Itu Pelanggaran

IMG-20200814-WA0000
120-500

Deteksinfo.com, Mateng – Menindaklanjuti Kelangkaan tabung LPG 3 Kg di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Mamuju Tengah (Mateng) menggelar rapat koordinasi bersama pihak Pertamina demi menertibkan kembali harga tabung LPG 3 Kg bersudsidi.

Kepala Disperindag Mateng, Bahri Hamza mengatakan, beberapa waktu belakangan ini tabung gas 3 Kg menuai persoalan ditengah masyarakat, lantaran harga menohok tinggi. Maka dari itu mengadakan rapat koordinasi yang bertujuan untuk membahas inti persoalan kemudian mengambil kebijakan yang akan diberlakukan.

“Kita lakukak rapat koordinasi segera untuk menuntaskan persoalan ini,”ungkap Bahri, saat dikonfirmasi. Kamis (13/8/20).

Menurut pengakuan Bahri, memang banyak persoalan yang memicu naiknya harga tabung LPG 3 Kg, diantaranya ialah, tidak tepat sasaran penjualan, seperti ASN tidak dipoerbolehkan menggunakan, kemudian pangkalan tidak mematuhi aturan yang sudah ditentukan yaitu Eceran Tinggi (HET), dimana seharusnya pihak pangkalan menjual seharga Rp 16 ribu hingga maksimal Rp 20 ribu.

“Karena kami mendalat laporan ada yang menjual hingga Rp 40 ribu, wah itu sudah pelanggaran,”tambahnya.

Selain itu, LPG 3 Kg menjadi langkah, karena ada oknum yang membawa keluar dari wilayah Mateng, sehingga kuota tabung berkurang maka berdampak lonjakan harga.

Dalam rapat itu, juga menggandeng pihak pangkalan dan kepolisian.

Oleh karena itu, diharapkan bersama Polres Mateng, agar sidag lalu lintas diperbatasan yang menggunakan kendaraan pic up untuk diperiksa. Juga akan dipertegas kembali sasaran penggunaan LPG 3 Kg.

Sementara itu, PT pertamina Sultengbar sebagai sales branch manager IV, Ardicho menuturkan, tindaklanjut setelah ini, akan mendata wilayah tingkat Kecamatan hingga Desa setiap pangkalan yang ada, dan hanya dalam wilayah tersebut pengecer dan masyarakat bisa membeli tabung LPG 3 Kg. Kemudian memonitoring dengan ketat sasaran penggunanya.

“Khususnya ASN, tolong dipantau agar tidak menggunakan LPG 3 Kg,”pungkas Ardicho.

Ia juga berharap, bersama Pemkab dan kepolisian turut bersinergi dalam mengawal dan menyelesaikan isu-isu kelangkaan tabunh LPG 3 Kg. Sehingga masyarakat miskin tidak kesulitan memperolehnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya