20220326_224829

Tak Terima di Kritik, Oknum Penjabat Wali Nagari di Pasbar Laporkan Warganya

120-500

Deteksinfo, Pasbar – Seorang Penjabat (Pj) Wali Nagari di Muaro Kiawai Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, melaporkan salah seorang warganya karena tidak terima dikritik oleh salah satu warganya di media sosial.

Hal itu terungkap dari adanya undangan klarifikasi dari pihak Kepolisian Sektor Gunung Tuleh nomor B/22/IV/2022 atas pengaduan seseorang berinisial RS, yang mengaku sebagai Pj Wali Nagari setempat dengan terlapor atas nama Dedi Sastra yang diketahui adalah warga jorong Kartini Nagari Muaro Kiawai.

Penelusuran wartawan, dalam surat tersebut dijelaskan terkait kronologi kejadian berawal dari adanya postingan di salah satu aplikasi media sosial yang mempertanyakan salah satu item kegiatan oleh pihak Kenagarian Muaro Kiawai dengan menampilkan foto sebagian dokumen yang diakui itu adalah milik Pemerintah Nagari setempat.

Menurut pelapor, pihaknya tidak terima karena dokumen tentang biaya pengelolaan sampah bernilai Rp 53 juta lebih dan ditampilkan sebagian itu disebarluaskan tanpa izin dari pihaknya.

Dedi Sastra, saat dimintai keterangannya terkait permasalahan tersebut di Muaro Kiawai, Sabtu (16/04/2022), mengatakan ia bersama pihak penasehat hukum dan sejumlah unsur masyarakat sudah menghadiri undangan tersebut guna menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya.

“Saya tidak menampik telah menyebarkan dokumen itu, namun saya tidak berniat buruk sama sekali dan semata-mata hanya ingin mempertanyakan karena merasa ada yang janggal dengan kegiatan itu, ” ungkapnya.

Sebagai warga, lanjutnya, tentu tidak ada salahnya jika ingin mengetahui segala informasi terkait pembangunan di wilayah kenagarian tersebut dan menurutnya memang sudah menjadi kewajiban pihak Pemerintah Nagari untuk menjelaskannya.

“Hal tersebut juga telah di atur di dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang keterbukaan Informasi Publik” ulasnya.

Tapi, sesalnya, niat baiknya bersama sejumlah unsur masyarakat Nagari Muaro Kiawai itu justru dijawab dengan tindakan melaporkan sepihak tanpa adanya upaya klarifikasi selaku Pj Wali Nagari yang baru menjabat lebih kurang tiga minggu itu.

“Sebagai warga negara yang baik taat azas, saya sudah menghadiri panggilan pihak kepolisian dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan ” tegasnya.

Saat di konfirmasi terhadap Denika Saputra sebagai Lowyer dari terlapor, Denika membenarkan bahwa Kliennya di laporkan oleh Wali Nagari Muaro Kiawai pada hari ini, kami menghadiri surat klarifikasi di Polsek Gunung tuleh, panggilan klarifikasi tegas Denika.

Sementara itu, ungkapan ketidakpuasan datang dari salah seorang unsur masyarakat, Edo Mandela SH, menurutnya langkah melaporkan warganya sendiri oleh oknum tersebut bisa dikategorikan sebagai bentuk arogansi oknum pejabat terhadap warganya.

“Salah satu fungsi pemerintah adalah melayani dan mengayomi masyarakat, bukan malah melaporkan warganya sendiri untuk masalah yang tidak terlalu krusial dan sepele, ” sesalnya.

Ia bersama sejumlah masyarakat lainnya meminta pihak kepolisian agar bijak dalam menyikapi permasalahan ini sebagaimana ditegaskan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meminta mengedepankan upaya mediasi dalam menangani kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE yang tidak berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

Ia mencontohkan kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang tidak berpotensi menimbulkan konflik horizontal itu seperti kasus pencemaran nama baik.

“Kami berharap permasalahan ini tidak berkembang semakin liar dan pada akhirnya justru akan menimbulkan implikasi baru baik secara hukum maupun terhadap kondusifitas kemasyarakatan, ” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak pelapor belum bersedia dikonfirmasi wartawan, dan akan diberitakan kembali jika sudah ada keterangan resmi dari yang bersangkutan. (Muji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya