20220326_224829

Ratusan Karyawan PT. GMP Pasaman Barat Gelar Aksi Mogok Kerja, Berikut Tuntutannya

Sumber gambar : Wartawan Deteksinfo (Ahmad Tarmuji)
120-500

Deteksinfo, Pasbar – Ratusan karyawan yang tergabung dalam Serikat Buruh Industri Perkebunan Sawit Indonesia (Sarbuksi) di PT. Gersindo Minang Plantation (GMP) Kejorongan Tanjung Pangkal, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumbar, menggelar Aksi Mogok Kerja, Kamis (6/4/2022).

Aksi mogok kerja dilakukan di depan kantor Unit PT GMP. Hal tersebut dilakukan untuk menuntut tentang adanya penurunan upah yang dirasakan oleh Buruh Panen buah kelapa sawit di perusahaan tersebut.

Abdul Manap Harahap, sebagai penanggung jawab aksi sekaligus Ketua Pengurus Basis Serikat Buruh Industri Perkebunan Sawit Indonesia (PB Sarbuksi) kepada awak media mengatakan, Aksi Mogok Kerja ini juga terjadi karena tidak adanya kesepakan dari pihak management PT GMP dengan pihak serikat pekerja Sarbuksi dan perwakilan panen PT GMP.

Dijelaskan pula olehnya, Aksi Mogok Kerja tersebut sebagai bentuk protes atas turunnya upah yang diterima oleh pemanen di PT GMP.

”Tuntutan upah panen ini sudah berulang kali kami sampaikan (Surati) kepada pihak perusahaan, namun tak ada kesepakatan apalagi untuk memenuhi tuntutan seperti yang kami harapkan” jelas Manap.

Ia juga mengatakan, hasil mediasi dengan pihak Perusahaan masih mengecewakan, dikarenakan hanya satu poin saja tuntutan pemanen yang akan di penuhi oleh pihak perusahaan PT GMP.

“Ya itu poin kedua tentang kenaikan upah TBS abnormal, itu pun masih harus menunggu harga dari pihak Top Managemant PT. GMP” ujarnya.

Ketua DPC Serikat Buruh Industri Perkebunan Sawit Indonesia (Sarbuksi) Pasaman Barat, Ahmad Tarmuji juga turut hadir dalam aksi tersebut. Tarmuji menyampaikan ada tiga poin yang dituntut oleh pemanen kepada pihak perusahaan PT GMP.

Pertama, mengembalikan basis panen tahun 2022 ke basis panen tahun 2021, dikarenakan basis panen sangat tinggi. Kedua, agar menaikkan harga Tandan Buah Segar (TBS) abnormal dari Rp 300 menjadi Rp 900, dikarenakan tenaga yang dikeluarkan untuk memanen buah abnormal sama dengan memanen buah Normal, dimana harga TBS abnormal yang Rp 300 ini sudah berlaku dari tahun 2018. Ketiga, menaikan harga Berondolan dari Rp 236 menjadi Rp 500.

Tarmuji juga menjelaskan kerugian pemanen di 2022 sangat jelas, dimana TBS dan hasil Tonase yang di dapat oleh pemanen di Januari 2022 lebih banyak namun upah panen yang diterima lebih besar upah di tahun Desember 2021, selain itu ada penurunan harga upah tonase panen dimana harga di tahun 2021 lebih tinggi dibanding tahun 2022.

Dalam Aksi Mogok Kerja tersebut, Personil Polisi Resort (Polres) Pasman Barat dan Polisi Sektor (Polsek) kecamatan Pasaman beserta Anggotanya turut hadir mengamankan jalannya aksi, juga hadir pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pasaman Barat.

Menanggapi tuntutan aksi, pihak Disnaker Pasaman Barat memanggil perwakilan pemanen dan perwakilan serikat pekerja Sarbuksi untuk menjelaskan apa saja tuntutan mereka (Pemanen dan Sarbuksi).

Usai mendengar penjelasan dari serikat pekerja Sarbuksi dan perwakilan anggota Pemanen, pihak Disnaker langsung memediasi antara pihak PT GMP dengan PB Sarbuksi dan beberapa perwakilan pemanen.

Mediasi di antara kedua belah pihak di dampingi oleh Disnaker Pasbar, Deryandi SH, mediator Disnaker Pasbar, Joni putra, Kabid HI Disnaker, Ultra Y, Kabid Latas Disnaker, beserta personil Polres dan Polsek Pasbar, di ruang Meeting Kantor PT. GMP.

Hasil dari mediasi, ketiga poin tuntutan yang di harapkan oleh pemanen tersebut belum bisa di penuhi oleh pihak Perusahaan secara keseluruhan.

Sehingga, Mediator Disnaker Pasbar, Deryandi menyarankan agar keputusan tersebut di pertimbangkan dan apabila keputusan itu dirasa kurang memuaskan para buruh panen, bisa mengambil langkah selanjutnya yaitu Tripartite melalui Disnaker Pasbar sesuai UU ketenagakerjaan yang berlaku dan itupun tentu butuh waktu.

Sementara itu, Kapolsek Pasaman juga turut menyarankan agar para Aksi mogok kerja tidak mengambil langkah-langkah yang salah.

“Silakan ambil langkah sesuai aturan perundang undangan tentang ketenagakerjaan yang Berlaku” pungkasnya. (Muji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya