980x250

Bawa Spanduk “Kami Janda Butuh Makan”, Ratusan Karyawan THM Demo di Makassar

IMG_20200813_193032
120-500

Deteksinfo.com, Makassar – Dampak Virus Corona (Covid-19) membuat sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) terpaksa ditutup Pemkot Makassar. Buntut belum adanya izin beroperasi dari Pemkot, Ratusan pegawai dan pengusaha hiburan melakukan unjuk rasa di Balai Kota Makassar, Kamis (13/8/20).

Beragam alat peraga demo dibawa Pengunjuk rasa, salah satunya spanduk. Ada puluhan unek-unek yang mereka tuliskan di spanduk tersebut. Diantaranya tulisan ‘Tidak Goyang Tidak Makan’ hingga ‘Kami Janda Butuh Makan’.

Melansir Fajar.co.id, Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnaen Ali Naru, mengatakan, mereka datang ke Balai Kota Makassar menuntut kejelasan Tempat Hiburan Malam (THM) yang hampir lima bulan ditutup.

“Tadi sudah jelaskan, saya paparkan bahwa para pekerja 5.628 itu jelas butuh hidup. Anak mereka mau sekolah, beli kuota, ada motornya ditarik, kos-kosannya, malah ada yang dicari-cari rentenir,” ujarnya, Kamis (13/8/20).

Menurut Zul, protokol kesehatan yang selama ini menjadi alasan Pemkot tak memberikan izin kepada THM sudah dipatuhinya. Bahkan hingga mengurangi jumlah karyawan yang bekerja tiap minggunya.

“Kalau mereka tidak kerja kasihan. Ini yang kita tuntut alasan kemanusiaan. Kalau protokol kesehatan kami siap, bahkan 1000 persen,” ucapnya.

Untuk itu, zul meminta gugus tugas Makassar menempatkan petugas di setiap usaha hiburan. Jika memang ada yang melanggar protokol kesehatan, maka usaha tersebut langsung ditutup.

“Makanya saya usulkan tadi, silahkan tim gugus covid, tempatkan orangnya. Daripada makan janji buta misalnya, tanda petik tidak ada kerjanya tempatkanmi di situ, awasi kami, kalau kita melanggar silahkan tegur kami, ada yang fatal tutup,” bebernya.

“Sesuai pernyataan kadispar kalau ada yang melanggar tutup 14 hari, solusi yang terbaik bagi kami dari asosiasi mewadahi pengusaha dan karyawan,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Kesbangpol Kota Makassar Haeruddin Tamrin yang menerima aspirasi pengusaha akan mengundang Kepala Dinas Pariwisata untuk meninjau langsung protokol kesehatan yang disiapkan THM.

“Insyaallah kami akan diundang Kadispar didampingi oleh tim Dinas Kesehatan seperti apa tempat yg dipersiapkan. Kami siap mengedukasi sepanjang mereka tidak melanggar. Tidak akan memberi toleransi kalau ternyata kesepakatan tadi melanggar, kami akan tutup selamanya,” tegasnya.

Kendati demikian, Ia menekankan, Pemkot Belum memberikan izin beroperasi. Harus ditinjau terlebih dahulu dari Dispar dan Diskes Makassar. Apakah bisa memenuhi protokol kesehatan atau belum.

“Kami tidak mengatakan dibuka, kami akan melihat dulu seperti apa tempat yang dia akan jalankan, seperti apa permintaannya, karena mereka meminta dilihat tempatnya,” pungkasnya.

Diketahui, tak hanya di balaikota, aksi serupa juga dilakukan pekerja THM ini di kantor DPRD Kota Makassar.(**)

Artikel ini telah tayang di Fajar.co.id dengan judul, Demo Karyawan THM di Makassar, Bawa Spanduk ‘Tidak Goyang Tidak Makan’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya