980x250

Demi Belajar Online, Pelajar Rela Bertaruh Nyawa Melintasi Jalur Harimau

1598871526004
120-500

Deteksinfo.com, Medan – Akibat kesulitan mendapatkan jaringan internet untuk melakukan pembelajaran dalam jaringan (Daring), Pelajar Desa Tapus Sipagimbal, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, terpaksa masuk ke areal terbuka di hutan yang menjadi perlintasan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

Meski nyawa sebagai taruhannya, Para siswa tetap masuk ke Areal hutan tersebut.

Kemunculan harimau di desa tersebut sudah terjadi sejak Mei 2020, kata Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi, Warga yang resah melaporkannya kepada petugas. Harimau tersebut diduga telah memangsa anjing, ular dan kambing milik warga, melansir dari Sumutnews, Senin (31/8/20).

Lanjut Ia katakan, Harimau memangsa kambing pada 15 Agustus 2020. Masyarakat resah.

Petugas kemudian turun ke lapangan dan mendapatkan fakta-fakta bahwa memang ada kejadian itu.

Pihaknya kemudian memasang kandang jerat pada 22 Agustus 2020. Hanya waktu 2 malam, harimau masuk ke dalam kandang jerat.

“Kita evakuasi karena meresahkan dan mengkhawatirkan, terutama anak-anak di sana. Memang kalau untuk sekolah daring harus mencari sinyal di spot terbuka di hutan. Padahal itu dekat dengan perlintasan harimau,” ujarnya.

Hotmauli menjelaskan, harimau yang dievakuasi berjenis kelamin betina dengan berat 45,2 Kg. Usianya diperkirakan 2-3 tahun. Saat ditemukan kondisinya lemah.
Dari hasil pemeriksaan sampel darah, diketahui harimau tersebut mengalami dehidrasi, malnutrisi dan anemia.

“Dari analisa perilaku, harimau baru lepas sapih dari induknya,” katanya.

Harimau itu dibawa ke Barumun Nagari Wildlife Sanctuary untuk direhabilitasi dan dipulihkan kondisinya.

Hotmauli mengatakan, harimau tersebut masih memiliki sifat liar. Saat bertemu dengan manusia, harimau langsung mengaum.

Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi
“Kondisinya agak lemah. Dari berat badan itu di bawah normal. Tapi secara keseluruhan tidak ada bekas jerat, dan dokter hewan yang mengawasi optimis, tidak terlalu lama kondisinya akan pulih,” ungkapnya.

Pihaknya sudah melaporkannya ke pusat dan melakukan diskusi dengan para pegiat-pegiat konservasi terkait penanganan harimau tersebut.

Pihaknya masih melakukan assesment terkait lokasi pelepasliaranya. Salah satunya di zona inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) untuk menghindari konflik.(**)

Artikel ini telah tayang di Sumutnews dengan judul, Pelajar di Sumut Bertaruh Nyawa di Jalur Perlintasan Harimau Demi Belajar Daring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya