980x250

Seorang Bocah 10 tahun di Makassar Dibawa Pria Asing, Lalu Ditukar Beras Tiga Karung

images (2)
120-500

Deteksinfo, Makassar – Seorang Bocah 10 tahun berinisial MAR diculik lalu ditukar beras tiga karung di salah satu warung kelontongan, Jalan Pelita Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan.

Aksi penculikan bocah yang beralamat di Maccini Gusung, Kecamatan Makassar itu, diculik Selasa (7/9/2021) kemarin.

Kasus itu terungkap setelah sang bocah dititip di warung klontongan lalu ditinggal.

Kini, Polisi masih memburu pelaku penculikan anak tersebut.

Disinyalir pelaku masih berkeliaran pasca kejadian, Selasa (7/9/2021) siang.

“Masih dalam penyelidikan dan pengejaran oleh tim-tim kita di lapangan,” kata Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando dikutip dari Tribuntimur.com, Sabtu (11/9/2021).

Menurut Lando, apa yang dialami bocah tersebut, MAR belum dapat diketagorikan penculikan.

“Kalau penculikan itu, dia (MAR) dibawa ke suatu tempat lalu pelaku minta tebusan. Ini kan tidak, pelaku dengan modusnya mengiming-imingi uang Rp 15 ribu lalu dibawa ke toko penjual beras, terus ditinggal sebagai jaminan,” ujarnya.

Orang tua MAR, Jufri, lanjut Lando, telah melaporkan apa yang dialami anaknya ke Polsek Makassar.

“Kan awal TKPnya ini anak diambil sama pelaku di wilayah Polsek Makassar, makanya orangtuanya melapor ke sana,” ungkap Lando.

Namun, perwira tiga bunga itu tidak menyebutkan persis delik aduan yang dilaporkan Jufri.

“Masih kita selidiki, apakah ini masuk kategori Undang-undang Perlindungan anak atau seperti apa,” bebernya.

Selain itu, pelaku kata Lando, juga dilaporkan pemilik warung, Risnawati yang beralamat di Jl Pelita Raya Makassar.

“Kalau si pemilik warung (Risnawati) sudah melapor ke Polsek Rappicini, untuk kasus penipuannya,” tuturnya.

Risnawati yang ditemui, menyebutkan, ciri-ciri pelaku bertubuh jangkung dan sedikit kurus.

“Ciri-cirinya itu, agak tinggi orangnya kurus, pakai baju merah lengan panjang itu hari datang sendiri sama ini anak (MAR),” kata Risna.

Menurut Risnawati, pelaku membawa kabur beras seberat 45 kilogram dengan jaminan MAR.

“Alasannya nalupa naambil uangnya. Naambilmi itu (beras) yang 25 kilo lalu nakasih naik di motornya, terus pulang lagi ambil yang 10 kilo dua (karung),” ujarnya.

MAR yang dititip oleh sang penculik lanjut Risnawati, hanya diam dan sesekali menangis.

“Saya tanyami itu anak-anak, bilang kakaktua itu. Terus nabilang itu anak (MAR) bukan, naambilka di pinggir jalan najanjika uang Rp 15 ribu,” beber Risnawati.

Mendengar adanya informasi itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ballapparang Aipda Syarief pun mendatangi lokasi lalu memulangkan MAR ke rumah orangtuanya di Jl Maccini Gusung.

“Pelakunya pakai motor matic, agak tinggi kurus. Modusnya dia mencari warung lalu lupa bawa dompet terus disimpang anak itu sebagai jaminan untuk ambil beras,” ujar Aipda Syarier.

Sementara itu, ayah MAR, Jufri mengaku tidak menyangka anaknya menjadi korban penculikan.

“Diambil di sini sekitar rumah, di jalan depan katanya diiming-imingi uang. Sementara main (diambil),” kata Jufri.

Jufri menjelaskan, sang anak hilang sejak pagi dan baru ditemukan saat sore hari.

“Anak ini (MAR) tidak muncul-muncul di rumah sejak jam 8 pagi. Tiba-tiba ada pak polisi datang bawa ke sini jam 3 sore,” terang Jufri.

Kasus itu, pun telah dilaporkan Jufri ke Polrestabes Makassar. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun Timur, dengan judul Pelaku Penculikan Anak Tukar Beras di Makassar Masih Berkeliaran, Berikut Ciri-cirinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya