980x250

OPM Ancam Akan Hancurkan Semua Fasilitas Publik Yang Dibangun Indonesia di Papua

IMG_20210919_075924
120-500

Deteksinfo, Papua – Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengancam akan menghancurkan semua fasilitas publik yang dibangun pemerintah Indonesia di Papua.

Beberapa hari lalu, mereka melakukan serangan membabibuta terhadap fasilitas umum di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Mereka membakar puskesmas, sekolah, dan menyerang tenaga kesehatan. Satu orang tenaga kesehatan (nakes) tewas setelah diduga terjatuh di jurang sedalam kurang lebih 300 meter, melansir Tribuntimur.com, Minggu (19/9/2021).

Melalui siaran persnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) bertanggungjawab atas peristiwa pembakaran fasilitas umum yang dibangun pemerintah Indonesia tersebut.

TPNPB mengklaim aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan kepada pemerintah Indonesia.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menegaskan mereka menyerang fasilitas kesehatan karena ada nakes yang menjadi agen TNI.

“Semua fasilitas itu biasa dipakai boleh militer, dan 2 orang (nakes) yang kerja di wilayah itu pun agent TNI Polri,” kata Sebby Sambom dalam keterangannya di akun TheTpnpb OpmNews, Sabtu (18/9/2021).

Sebby Sambom menegaskan perawat Gabriela Meilani yang meninggal di jurang Kiwirok bukan karena diserang KKB.

Sebby meminta Komisi HAM PBB turun tangan menyelidiki kronologi meninggalnya perawat Gabriela Meilani di jurang.

“Itu mungkin kecelakaan. Oleh karena itu, tim independen yaitu Komisi HAM PBB harus ke West Papua untuk investigasi, karena tim investigasi Indonesi diragukan,” ucapnya.

Ia meminta pemerintah Indonesia tidak membatasi tim Komisi HAM PBB datang ke Papua untuk melakukan investigasi.

Menurutnya, konflik di Papua merupakan perang Pembebasan Nasional Bangsa Papua untuk menuntut hak politik penentuan nasib sendiri, yakni merdeka dari Indonesia.

“Semua fasilitas itu program pemerintah kolonial Indonesia maka TPNPB OPM akan hancurkan semuanya di seluruh tanah Papua,” tegasnya.

“Dan Kami akan bangun kembali setelah Papua Merdeka penuh dari tangan pemerintah kolonial Indonesia,” sambungnya.

Dikatakan Sebby, OPM sudah mengingatkan kepada warga pendatang agar meninggalkan lokasi perang.

Sebby mengatakan, warga pendatang yang tidak bersedia meninggalkan lokasi perang akan menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia.

“Sebelumnya kami sudah umumkan bahwa orang imigran Indonesia harus tinggalkan wilayah perang, termasuk Pegunungan Bintang. Oleh Karena itu, jikalau orang imigran Indonesia jadi korban maka itu nyawa mereka tanggungjawab pemerintah kolonial Indonesia,” tegas Sebby

Namun, para pendatang mengabaikan seruan itu. Kini, OPM mengancam akan menyerang siapa saja, termasuk warga sipil.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntimur.com dengan judul, Imbauannya Tak Dihiraukan, OPM Kini Ancam Akan Serang Warga Sipil di Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya