980x250

Patok Harga 50 Ribu, Oknum Pejabat Disdikbud Wajo Diduga Berbisnis Id Card Guru

Tribun timur
120-500

Deteksinfo, Wajo –¬†Sejumlah guru lingkup Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan kebijakan pembuatan id card bagi tenaga pendidik.

Usut punya usut, diduga Oknum pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wajo berbisnis id card guru.

Hal itu diungkap oleh sejumlah guru yang mempertanyakan kebijakan pembuatan Id card bagi tenaga pendidik itu.

“Harganya 50 ribu itu id card. Tidak masuk akal dan harganya tidak sesuai kualitas,” kata salah seorang guru sekolah dasar (SD) berinisial, K, melansir dari Tribun timur Minggu (27/6/21).

Menurut K, id card itu hanyalah kertas yang dicetak lalu dilaminating.

Bahkan, disinyalir bisnis id card itu difasilitasi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Mahmud Bara.

“Harus pakai Id card, atas perintahnya Pak Sekretaris Dinas,” sambung K.

Dikonfirmasi terpisah, Mahmud Bara berdalih atas tudingan itu.

Dirinya mengaku tidak melakukan pemaksaan dalam pembuatan id card kepada tenaga guru.

“Ada 2 tempat kita sampaikan kalau ingin membuat kartu. Bukan cuma yang dibuat sama anggota saja,” katanya.

Dirinya menyebutkan, kebijakan pembuatan Id card itu bertujuan agar tenaga guru dapat dikenali.

Khususnya guru dari wilayah kecamatan-kecamatan yang datang ke Kantor Disdikbud Wajo.

“Banyak sering masuk ke kantor tapi tidak diketahui. Apakah guru atau bukan. Makanya dengan adanya kartu itu mereka akan kita kenali,” jelasnya.

Pihaknya tidak mengetahui persoalan harga, tetapi hanya memfasilitasi.

“Kalau ada mau buat. Saya cuma fasilitasi,” katanya.

Terkait biaya yang dikenakan dalam pembuatan kartu itu, Mahmud Bara memilih tidak berkomentar.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntimur.com dengan judul, Oknum Pejabat Disdikbud Wajo Bisnis Id Card Guru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya