980x250

Mateng Menjadi Kabupaten Ketiga Mendapat Sosialisasi Obat dan Makanan Dari BPOM Sulbar

20200723103820_IMG_0560
120-500

Deteksinfo, Mateng – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat menggelar Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) obat dan makanan di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Kamis (23/7/20).

Kegiatan berlangsung di Cafe Hastag Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mateng, yang di hadiri, Anggota DPR RI Perwakilan Sulbar, Hj. Andi Ruskati Ali Baal, Sekda Mateng, H. Askary Anwar, Kepala BPOM Sulbar, Netty Nurmuliawaty, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda serta Sejumlah Masyarakat Mateng.

Kepala BPOM Sulbar, Netty Nurmuliawaty dalam Sambutannya mengatakan, Pelaksanakan kegiatan ini, Badan POM tidak bertindak sendiri tetapi bekerjasama dengan anggota DPR RI Komisi IX serta melibatkan Pemerintah setempat.

“Kegiatan ini diselenggarakan di 5 Kabupaten di Sulbar dan kabupaten Mamuju Tengah merupakan kabupaten yang ke 3 setelah Mamuju dan Majene” Kata Netty.

Ia juga menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan ini, sebagai upaya Pemberian edukasi obat dan makanan kepada Masyarakat untuk menjadikan Masyarakat sebagai konsumen cerdas.

Ditempat yang sama, Sekda Mateng, H. Askary mengapresiasi kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui KIE obat dan makanan tersebut.

“Atas nama Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan ini” Ujarnya

Menurutnya, Kegiatan seperti ini sangat penting karena berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat, tingkat kesehatan masyarakat, tingkat pengetahuan dan pola pikir masyarakat terhadap produk-produk yang ada dipasar.

“Komunikasi, Informasi dan Edukasi ini sangat penting sekali dilaksanakan, baik kita laksanakan dalam bentuk Sosialisasi seperti ini, maupun edukasi-edukasi melalui media elektronik, melalui daring, dan lain sebagainya karena memang perubahan pola pikir atau mindset masyarakat kita membutuhkan sebuah proses” Jelas H. Askary.

Ia juga menyampaikan, banyak Masyarakat yang tidak mengerti kode-kode yang diberikan BPOM sehingga Masyarakat tidak dapat membedakan antara yang baik untuk dikonsumsi atau tidak.

“Saya harap, Sosialisasi ini tidak sampai disini, harus di sosialisasikan ke Masyarakat” Harapnya. (Sandi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya