980x250

Kreatif, Pria Asal Mamuju Tengah Berhasil Ciptakan Karya Seni Dari Batang Pohon Coklat

IMG-20200804-WA0008
120-500

Deteksinfo.com, Mateng – Seorang Pria, Yusri Saiyyed (40), Asal Bulu Rembu, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, berhasil membuat karya seni yang indah berbahan dasar batang pohon coklat.

Yusri mengakui, Karya mengagumkan hasil buatan tangannya itu terlahir dari hobi dan keisengan semata.

“Awalnya iseng-iseng untuk membuat karya ketika lagi istirahat dikebun, tetapi karena saya melihat banyak batang pohon coklat, disitulah muncul ide saya untuk membuat aneka karya ukir dan pahat” Kata Yusri saat ditemui oleh awak media baru-baru ini.

Dirinya juga menjelaskan proses pembuatan karya seni ukir dan pahat tersebut, memakan waktu 1 sampai 8 hari, tergantung tingkat kerumitan dan ukuran objek yang akan dibuat.

Pria beranak tiga ini menciptakan karya ukir dan pahat berbagai macam bentuk mulai dari karakter binatang, manusia, hingga benda-benda mati, hanya bermodalkan alat sederhana yakni parang, pernis dan amplas.

“Saya membuat karya ini menggunakan parang dan badik kecil (Senjata khas Bugis-Makassar) sebagai alat ukir dan pahat, lalu menghaluskannya menggunakan amplas kemudian memberikan pernis saat finishing karya” Bebernya.

Yusri juga mengaku hobi mengukir dan memahat itu sudah lama digemari, namun hanya sebatas pengisi waktu luang.

“Saya pernah membuat kepala parang (gagang) dengan memberi motif ukir, namun karena hasilnya bagus, diambil keluarga” Kenangnya

Ia juga menceritakan pengalamannya saat membuat karya di rumah, Istrinya ngomel karena sampah hasil ukirannya bertebaran dimana-mana.

“Biasanya kalau istri marah-marah, saya ambil karung untuk dijadikan alas” Cerita Yusri.

Ia juga menjelaskan alasannya memilih batang pohon coklat sebagai bahan dasarnya, karena selain mudah ditemukan, batang pohon coklat juga kuat dan tidak mudah pecah.

Lanjut ia katakan, semua motif dan karakter karyanya muncul dari ide sendiri tanpa melihat sketsa ataupun gambar-gambar lainnya.

Diketahui, Sampai saat ini Yusri belum memasarkan karya-karyanya, hal itu disebabkan dirinya belum fokus terjun ke bidang itu.

“Saya baru rencana untuk memproduksi banyak, nanti kalau karyanya sudah banyak, barulah saya ingin pasarkan. Adapun harganya bervariasi, tergantung kesulitan dan ukurannya” Tutupnya. (Sandi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya