980x250

KPU Gelar Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wabup Mateng

IMG-20200923-WA0050
120-500

Deteksinfo.com, Mateng – Komisi pemilihan umum (KPU) kabupaten Mamuju tengah (Mateng) provinsi Sulawesi barat (Sulbar) gelar rapat pleno Penetapan dan penyerahan hasil pleno pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mateng.

Kegiatan bertempat di kantor KPU Mamuju tengah, Jalan Poros Topoyo-Tumbu, Desa Kabubu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mateng, Sulbar, Rabu (23/9/20).

Ketua komisi pemilihan umum (KPU) Mamuju tengah Nasrul Muhayyang katakan, “Rapat pleno penetapan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil Bupati Mamuju tengah (mateng) kami lakukan berdasarkan aturan dari PKPU untuk membatasi peserta. mengingat aturan protokol kesehatan yang ditetapkan” Kata KPU Mateng, Nasrul Muhayyang kepada awak media.

Nasrul memaparkan, berdasarkan Peraturan komisi pemilihan umum (PKPU), bahwa penyerahan hasil pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil Bupati diserahkan selambat lambatnya satu (1) hari sesudah penetapan.

Olehnya itu, pihak KPU akan menyerahkan surat keputusan (SK) penetapan bakal calon Bupati dan wakil Bupati secara langsung ke bakal calon berdasarkan waktu yang ditentukan.

“Diregulasi lain mengatakan bahwa penetapan dan penyerahan Paslon bupati dan wakil Bupati dengan tidak mengundang parah pihak sesuai regulasi yang kami ikuti” Ungkapnya.

Selain itu, menurut Nasrul penyerahan keputusan hasil penetapan pleno kami mengundang tiga (3) pihak yakni gabungan Partai Politik (Parpol), Pasangan Calon (Paslon) dan Bawaslu Kabupaten Mamuju Tengah.

“Tidak ada istilah kotak kosong melainkan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dengan satu pasangan calon. Olehnya itu diharapkan masyarakat untuk menggunakan istilah tersebut”. Tegasnya.

Kami berharap pemilihan Kepala Daerah mendatang berjalan sesuai harapan kita dengan bekerja sama semua pihak untuk menciptakan pemilihan yang aman dan kondusif.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mateng, Elmansyah katakan, bahwa kita tetap mengedepankan ketaatan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.

“Sistem pemilu kita kan demokrasi prosedural, artinya bagaimana ketaatan kita terhadap prosedur yang berlaku serta menjaga kualitas dengan cara menjalankan prosedur yang telah ditetapkan sesuai perundang-undangan,” tutup Elman (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait lainnya